Jumat, 31 Januari 2014




gambar Senjata Buatan Indonesia Yang Dapat Menembus Tank - munsypedia
SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)
SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).

SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.
gambar Senjata Buatan Indonesia Yang Dapat Menembus Tank - munsypedia
Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.

Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak.  
Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3.
gambar Senjata Buatan Indonesia Yang Dapat Menembus Tank - munsypedia SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).

"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.

Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.

gambar Senjata Buatan Indonesia Yang Dapat Menembus Tank - munsypediaUsai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.
Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari nonprodusen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.

Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 15 Dunia Tahun 2013 [update]

Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 15 Dunia Tahun 2013 [update]Setelah Indonesia Sempat Bertengger di posisi 13 kekuatan militer dunia pada awal januari lalu, Global Fire Power kembali merilis update 10-01-2013. Dimana Indonesia harus rela turun 2 peringkat menjadi peringkat 15 di dunia. Peringkat 1 sampai 12 masih seperti sebelumnya, sedangkan Israel(13) Dan Mesir(14) berhasil menyalip Indonesia. 
 Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 15 Dunia Tahun 2013 terbaru - http://munsypedia.blogspot.com/
Berikut adalah Daftar Kekuatan Militer Negara-Negara Di Dunia Tahun 2013 Menurut Global Fire Power [ FINAL ]
Kekuatan Militer negara negara di Dunia Tahun 2013 terbaru - http://munsypedia.blogspot.com/
Semoga Peringkat Militer Indonesia Tahun depan bisa lebih baik,...amin,,!

6 Senjata Mematikan Buatan Indonesia Yang Dibeli Negara Lain

6 Senjata Mematikan Buatan Indonesia Yang Dibeli Negara Lain Di Dunia Saat ini negara kita, Indonesia telah giat-giatnya mengembangkan produksi persenjataan. Selain untuk memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional ternyata banyak senjata buatan orang Indonesia yang diminati oleh negara lain,.Dan berikut adalah 6 diantaranya,.. 

Senjata Mematikan Buatan Indonesia Yang Dibeli Negara Lain - munsypedia.blogspot.com

1. 260 Kepala roket 'Smoke Warhead' diekspor ke Cile

Salah besar jika Anda memandang sebelah mata senjata produksi dalam negeri. Sebab, senjata yang dihasilkan putra putri terbaik bangsa nyatanya dilirik oleh negara asing.

Rencananya, akhir Maret ini 260 unit kepala roket jenis smoke warhead segera diekspor ke Cile. Alutsista itu merupakan buatan PT Sari Bahari dari Malang, Jawa Timur.

Kualitas Smoke Warhead diakui mengalahkan produk serupa buatan pabrikan sejumlah negara maju, di antaranya; Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano.

Smoke Warhead akan memberikan informasi kepada pilot soal posisi jatuh roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh ke tanah. Smoke Warhead telah diproduksi sejak tahun 2000. Hingga kini, sudah lebih dari 3.000 Smoke Warhead yang dipesan TNI.

 

2. Pesawat CN 235-MPA diekspor ke Korsel

Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) produksi PT Dirgantara Indonesia menjadi salah satu Alutsista yang diminati negara lain.

Pada 2011-2012 lalu, PT DI memenuhi permintaan Korea Selatan yang memesan empat pesawat itu melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan nilai total USD 94,5 juta. Pesawat yang merupakan modifikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan di samping bisa difungsikan untuk angkutan personel.

Di tahun yang sama, PT DI juga mengekspor pesawat CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP, ke Senegal, Afrika.

CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam Singapore Airshow 2008). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014.

CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.


3. Fast Patrol Boat diekspor ke Timor Leste

Putra putri terbaik bangsa di PT PAL telah berhasil membuat kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya, Alutsista buatan dalam negeri itu telah membuat negara tetangga, Timor Leste, kepincut.

Pada 2011 lalu, Pemerintah Timor Leste memutuskan memesan dua kapal patroli cepat senilai USD 40 juta. Kapal tersebut akan digunakan untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste.

Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot.

Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.

 

4. Peluru buatan PT Pindad diminati Singapura hingga AS

PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama ini memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm.

Namun, selain untuk TNI-Polri, peluru yang dihasilkan PT Pindad juga diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Singapura, Filipina, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS).

Untuk Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih itu telah memesan 10 juta peluru. Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000.

Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab, produk dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.

 

5. Panser Anoa diekspor ke Oman dan Malaysia

Panser Anoa buatan PT Pindad menjadi salah satu Alutsista yang paling laris dijual. Pada tahun 2008, TNI memesan 154 buah Panser Anoa berbagai tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe APC dan tahun 2012 TNI memesan 61 unit.

Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing. Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.

Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahanannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India.

Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis.

Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon. Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur dan dua personel pasukan.

 

6. Senapan Pindad diminati Singapura hingga Afrika

Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak dipesan oleh negara luar. PT Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection).

Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas̢۪s, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad.

Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.

30 Tentara Hantu Indonesia Kalahkan 3.000 Gerilyawan Kongo

Kiprah Pasukan Garuda menuai prestasi. 167 Prajurit TNI di Haiti yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti) menerima penghargaan Medali PBB.

Pasukan perdamaian dari Indonesia selalu bisa diterima dengan baik di negara penugasan. Sejak Kontingen Garuda I bertugas di Mesir tahun 1957, sejak itulah pasukan baret biru di bawah PBB ini mengharumkan nama bangsa.
Tentara Hantu Indonesia
Ada cerita menarik soal Pasukan Garuda. 30 Pasukan Garuda berhasil membekuk 3.000 gerilyawan di Kongo berbekal akal bulus dan kecerdikan.

Ceritanya, Desember 1962 di Kongo sedang bergolak. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris berangkat sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo).

Saat itu kelompok milisi di bawah pimpinan Moises Tsommbe ingin lepas dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu. Rakyat sipil pun segera menjadi korban pertikaian antar milisi dan tentara pemerintah.

Pasukan Garuda III segera dikenal karena keluwesannya bergaul. Banyak Singkong di Kongo, pasukan TNI pun mengajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Selama ini rakyat Kongo hanya mengolah singkong menjadi tepung yang rasanya tidak enak.

Suatu hari, terjadi serangan yang dilakukan 2.000 gerilyawan Kongo ke markas Pasukan Garuda. Saat itu markas hanya dipertahankan 300 tentara. Setelah baku tembak berjam-jam, gerilyawan dapat dipukul mundur. Untungnya tak ada korban di pihak Indonesia.

Serangan balasan pun segera dirancang untuk menangkap para pemberontak. Letjen Kemal Idris menceritakan hal ini dalam buku biografi, Kemal Idris, bertarung dalam revolusi terbitas Sinar Harapan.

"Kami melakukan penyerangan di malam hari dengan kapal yang digelapkan di atas danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah Albertville. Pasukan kami yang berkekuatan 30 orang menyamar sebagai hantu," beber Kemal Idris.

Kemal tahu 3.000 pemberontak itu sangat percaya takhayul. Mereka takut pada hantu spritesses yang digambarkan berwarna putih dan melayang-layang di waktu malam. Maka 30 anggota pasukan garuda itu berpakaian jubah putih dan segera menyerang.

"Melihat sosok-sosok putih bergerak-gerak, semangat mereka hilang sama sekali dan segera menyerah," kata Kemal.

Dalam operasi kilat itu, ribuan gerilyawan Kongo ditangkap. Senjata-senjata mereka yang ternyata lumayan canggih disita. Dalam peristiwa itu hanya seorang prajurit TNI yang cidera. Salah seorang gerilyawan yang panik saat digerebek, melemparkan ayam yang tengah dibakarnya pada tentara kita.

"Sejak itu, anggota Garuda III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang," kata Kemal bangga.
Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia mengaku bangga atas keberhasilan pasukan Indonesia menangkap 3.000 lainnya tanpa jatuh korban. Namun dia pun meminta ke depan cara-cara unik seperti itu tidak dilakukan. Karena risiko terlalu besar dan sangat membahayakan. 

 

Kopassus Pasukan Elite Indonesia Terkuat Dan Terbaik Di Dunia | UN1X PROJECT | Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. 
Kopassus Pasukan Elit Indonesia Terkuat Di Dunia - munsypedia.blogspot.comMiliter Indonesia sesungguhnya mampu menandingi kekuatan Militer Amerika & Russia tetapi Kekuatan militer kita tidak didukung oleh Peralatan Tempur yang memadai. Jika kita sedikit membuka mata kita maka akan terlihat beberapa kelebihan negara kita ketimbang kedua negara Super Power tersebut, ini dia kelebihan tersebut : 
1. KOPASSUS juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia.

2. KOPASSUS menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.

3. Negara-negara afrika utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira KOPASSUS.

4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh KOPASSUS.

5. Pada perang Vietnam, para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibatkan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia.

6. KOPASSUS terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981. 

munsy afandi - munsypedia.blogspot.com7. Tim Indonesia (KOPASSUS, WANADRI, MAPALA UI, dan FPTI) mendaki puncak Gunung Everest dan berhasil menjejaki kakinya di puncak tertinggi dunia itu di tahun 1997. Pendakian tersebut pun menjadikan Negara Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menjejaki puncak Gunung Everest.

8. Pasukan khusus kita ( KOPASSUS ) mampu unggul mutlak atas pasukan khusus kedua negara Super Power tersebut seperti FSB Spetsnaz, Russia & Navy Seal Amerika, Tim Kopassus yang pernah Juara 1 dalam Asian Pasific Sniper Championship
 
9. KOPASSUS mampu mengalahkan tim Navy Seal Amerika saat mereka latihan bersama 2 tahun yang lalu. Navy Seal ditantang melawan Kopasus dengan hanya menggunakan senjata Uzi saja, Kopassus pun demikian. Maka yang terjadi adalah Kopassus membuat Navy Seal seperti kumpulan Bocah Pramuka.

Kekuatan Militer Indonesia Terkuat Di Belahan Bumi Selatan

 
Dulu Indonesia adalah negara yang disegani dan ditakuti oleh negara-negara lain termasuk negara sekelas Amerika Serikat.Kekuatan Militer Indonesia adalah yang Terkuat Di Belahan Bumi Selatan. Tapi sayang, itu dulu tahun 60-an.
Kalau nggak percaya silahkan baca penjelasan berikut: Langsung saja agan baca sampek selesai!!!
sukarno proklamator indonesia yang sangat di segani

Saat era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet

kri irian yang hebat
 
gambar kapal perang kri irian

KRI Irian

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat itu, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.


Ini adalah salah satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi.

Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
pesawat canggih indonesia zaman dulu

pesawat mig-21 indonesia jaman dulu

Pesawat MiG-21

Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salah satu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2.

Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Kapal Selam Pasoepati indonesia

Kapal Selam Pasoepati

Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey (salah satunya dinamai KS.Pasopati, yang sekarang menjadi monumen kapal selam satu2 nya di Indonesia, tepatnya di Surabaya), puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.


Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.


Itu adalah cuplikan fakta sejarah keemasan militer Indonesia pada era Presiden Soekarno. Jika dibandingkan dengan sekarang, kemampuan Alutsita Indonesia sangat jauh dibandingkan teknologi yang dipakai Sukarno, yang merupakan teknologi terbaik di zamannya.

Skenario Jika Terjadi Perang Indonesia Vs Malaysia

gambar malaysia vs indonesia

Panas dinginnya hubungan bertetangga antara Indonesia dengan Malaysia dimana penyebab virus demam itu bermuasal dari arogansi Malaysia yang merasa katanya lebih tinggi dari Indonesia, lalu seenaknya melecehkan teritori NKRI, budaya NKRI, dan TKI.

Situasi ini memberikan cuaca mendung dan memungkinkan setiap komponen warga bangsa ini mempersiapkan skenario terburuk untuk melawan arogansi tetangga sebelah itu.

Beberapa skenario ganyang Malaysia sudah disiapkan melalui beberapa cara dan salah satunya adalah pre emptive strike menghajar teritori Malaysia melalui serangan dadakan yang tak terduga.

Berbagai unjuk rasa sampai sweeping yang dilakukan terhadap warga Malaysia setidaknya mencatat satu hal penting yaitu permusuhan di kalangan rass root masyarakat Indonesia dengan Malaysia sudah mencapai titik didih.

Seandainya Pemerintah mengisyaratkan sinyal Dwikora jilid 2 maka dalam waktu sesingkatnya TNI bisa melancarkan pre emptive strike.

Simulasinya adalah suatu kejadian di sekitar Maret 2015 dengan sebab yang sama, Ambalat. TNI mendahului dengan melakukan sabotase obyek vital di Semenanjung dan Kalimantan melalui pasukan khusus yang menyamar sebagai TKI.

Tak lama kemudian TNI meluncurkan ratusan rudal yang sudah ready for use di Sarawak dan Sabah dan dalam waktu bersamaan dimulailah serangan amphibi gerak cepat menghancurkan kota Tawao dan Kinabalu.

TNI AL pada saat itu sudah memiliki kekuatan 3 divisi Marinir dengan persenjataan lengkap dan pengalaman tempur yang jauh lebih baik dari TLDM baik dari sisi kuantitas dan kualitas.

Dalam 1 pleton Taifib dan Jala Mengkara diluncurkan melalui kapal selam mini untuk hancurkan Scorpene yang sedang berlabuh di pangkalannya di Sabah lewat serangan tak terduga dinihari.

Serangan dan pendaratan pasukan amphibi akan diselesaikan dalam waktu 11 jam yang bergerak dari Sangatta dan Tarakan yang sudah dipersiapkan sebagai basis militer berkekuatan 50 ribu pasukan TNI.

Sebelumnya pantai Tawao dan Kinabalu dihujani bom oleh 8 Sukhoi dan 12 F16. Kemudian pasukan pendukung AD dan persenjataan berat lainnya diturunkan dari puluhan KRI LPD, LST dalam waktu 24 jam berikutnya.

Lalu Munsy Afandi - Gambar kartun Burung Garuda Vs Harimau Malaya - Indonesia Vs MalaysiaDalam waktu bersamaan 1 Divisi TNI AD dengan dukungan ratusan artileri, tank dan rudal yang sudah digelar di Kalimantan Barat memasuki Kuching dalam satu serangan kilat 8 jam.

Karena sudah didahului oleh serangan rudal, maka pusat-pusat combatan, pangkalan udara dan komunikasi Malaysia di Sarawak menjadi lumpuh. Sementara Perairan Natuna sebelumnya juga sudah diblokade oleh 26 KRI untuk memutus logistik laut Semenanjung dan Borneo.

Lalu bagaimana dengan Sumatra ? 
TNI di wilayah ini mengirim pasukan komando ke Semenanjung untuk menyusup dan melakukan sabotase mirip rembesan Lasykar jihad.

Selat Malaka dikawal oleh 34 KRI striking force yang siap menyerang pantai Malaysia. Melalui penyusupan pasukan komando.

Obyek-obyek vital di KL dihancurkan dan mengkondisikan TKI dan warga Indonesia yang ada di Malaysia untuk melakukan serangan sporadis, bom bunuh diri, intelijen, sabotase dan pembakaran

Sehingga menimbulkan kepanikan massif sekalian membalas apa yang telah dilakukan Noordin M Top selama ini.

Model propaganda juga dilakukan dengan melakukan provokasi terhadap etnis China dan India untuk melakukan perlawanan terhadap diskriminasi etnis yang terjadi selama ini dan mempersiapkan Anwar Ibrahim merebut kekuasaan dan mengganti bentuk kerajaan menjadi Republik Malaysia.

Pada hari yang sama 3 brigade Marinir dari Medan dan Aceh lakukan serangan dadakan ke Penang untuk memecah konsentrasi TDM berperang menuju front yang mana.

Karena kebingungan menghadapi 4 front pertempuran sekaligus (Sabah, Sarawak, Natuna dan Penang) membuat TDM kebingungan, panik dan tidak mampu lakukan konsolidasi karena telah terjadi kerusuhan rasial di Semenanjung, Serawak dan Sabah.

Sementara dari Riau ratusan kapal nelayan yang berisi pasukan para militer Indonesia dan sukarelawan merembes dan mendarat secara besar-besaran lalu lakukan sabotase, pembakaran dan mengajak warga Indonesia yang ada di Johor untuk lakukan apa saja untuk membuat huru-hara horizontal sehingga menimbulkan perkelahian massal dan ketakutan yang luar biasa bagi warga Malaysia.

Lalu dimana posisi TNI AU.
Dengan kekuatan pesawat tempur 32 Sukhoi, 40 F16, 36 Hawk, 12 F5E, 16 Yak 130, 16 Super Tucano TNI AU tidak melakukan serangan udara ke wilayah Semenanjung karena serangan pre emptive sudah dilakukan melalui rudal-rudal berjarak jangkau 300 km dan mampu melumpuhkan pusat-pusat militer dan komunikasi Malaysia.

Meskipun begitu TNI AU bersiap untuk dog fight dengan TUDM dengan taktik biarkan lawan masuk ke wilayah NKRI baru digebuk dan dihancurkan.

Wilayah Indonesia yang luas ini membuat TUDM tak fokus mau lakukan serangan udara ke area mana apalagi seluruh pangkalan udara di Sarawak dan Sabah telah dihancurkan rudal-rudal Lapan yang menggetarkan itu.

Serangan langsung ke wilayah teritori Malaysia diskenariokan hanya berlangsung selama 7 hari karena Indonesia tidak berambisi ekspansi teritorial.

Setelah melewati waktu itu seluruh PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI ditarik mundur setelah pengkondisian di dalam negeri Malaysia berjalan mulus yaitu menimbulkan konflik horizontal diantara sesama penduduk Malaysia kemudian mendukung Anwar Ibrahim menjadi presiden Malaysia setelah bentuk kerajaan diganti menjadi republik dan mempercepat pembentukan negara Sabah dan Sarawak di Kalimantan.

Berikut disampaikan peta kekuatan TNI dan cadangan nasional yang dimiliki NKRI, sebuah kekuatan yang tak mampu ditandingi Malaysia, apalagi kalau bicara kekuatan nasionalisme dan heroik yang dimiliki bangsa ini
Munsy afandi - munsypedia.blogspot.com - un1x projectTNI AD memiliki pasukan tempur 260.000 orang (Kopassus, Kostrad, Kodam). Jumlah pasukan cadangan mencapai 6 juta personil. TNI AD dilengkapi dengan 1.200 Tank, 1.700 Panser, Artileri / Roket 2.200 unit, Rudal 900 unit, Heli Tempur 90 unit. Konsentrasi arsenal TNI AD ada di pulau Kalimantan.

TNI AL memiliki kekuatan 95.000 pasukan termasuk 3 divisi Marinir dengan jumlah armada 196 KRI dari berbagai jenis (Fregat, Korvet, KCR, LPD, LST). Kapal selam yang dimiliki berjumlah 6 unit dan menjadi alat pukul strategis untuk menghancurkan kapal diraja Malaysia yang lewat di selat Malaka, Laut Natuna dan Ambalat. Marinir memiliki 750 tank amphibi dan 820 panser amphibi disamping howitzer, roket dan rudal.

TNI AU memiliki kekuatan pesawat tempur 32 Sukhoi, 40 F16, 36 Hawk, 12 F5E, 16 Yak 130, 16 Super Tucano, 6 pesawat intai strategis, 12 pesawat intai taktis, 40 pesawat angkut berat Hercules, 24 pesawat UAV dan rudal anti serangan udara jarak sedang.*

Nah sekarang dengan skenario perang ini mampukah Malaysia menandingi kekuatan NKRI yang jauh lebih besar dari kekuatan yang dimiliknya, terutama kekuatan nasionalisme dan heroik yang dimiliki seluruh anak bangsa.

Pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan ini adalah agar jiran sebelah itu mampu memberikan nuansa bertetangga yang baik, tidak arogan, tidak melecehkan tetangga, saling menghormati dan toleransi.

Tahun 2014 ini kekuatan militer indonesia akan semakin kuat ini dibuktikan dengan kedatangan beberapa alutsista baru di tahun 2014 ini, yang tentunya akan membuat indonesia semakin disegangi di kawasan asia pasifik.
mls astros II dari brazil yang akan datang ke indonesia tahun 2014 ini
Seperti yang kita ketahui indonesia menempati posisi 15 sebagai kekuatan perang terkuat di dunia, yang mana hasil rilis ini dikeluarkan oleh globalfirepower bulan januari 2013 lalu, yang artinya hasil posisi 15 di dunia adalah survei dariglobal fire power tahun 2012 untuk kekuatan perang indonesia.
Untuk tahun 2014 kemungkinan akan dikeluarkan pada akhir januari nanti, namun itu adalah hasil survey kekuatan perang indonesia pada tahun 2013 lalu, dan kemungkinan indonesia akan kembali naik dimana kita tahu tahun 2013 lalu indonesia banyak mendatangkan alutsistas baru.
Nah bagaimana dengan tahun 2014 ? ?
Untuk tahun 2014 ini akan dirilis tahun 2015 oleh globalfirepower, sebab analisis kekuatan militer dunia itu hanya merilis kekuatan perang negara negara di dunia sekali dalam setahun.
Baiklah kita mulai dengan Angkatan Udara Indonesia.
Angkatan Udara
Pada tahun 2014 ini kekuatan perang indonesia khususnya untuk angkatan udara akan kembali mengalami peningkatan antara lain dengan kedatangan beberapa pesawat tempur baru serta helikopter serang pada tahun 2014 ini.
F16 Hibah Amerika Serikat:
Pesawat tempur yang akan datang pada tahun 2014 ini adalah pesawat tempur jenis F16 D Blok 52 buatan amerika serikat, total 24 jet tempur F16 akan datang pada pertengahan tahun 2014 ini dan 1 skuadron F16 akan dikirim untuk mengamankan wilayah barat indonesia yang akan ditempatkan di pekanbaru di Lanud Roesmin Nuryadin.
T60 Golden Eagle
Pesawat tempur T50 Golden Eagle ini adalah buatan korea selatan, Total pesanan indonesia sebanyak 16 jet Tempr T50 akan dikirim tuntas ke indonesia pada tahun 2014 ini secara bertahap. Pesawat tempur ini dibeli untuk menggantikan peran pesawat tempur jenis hawk 100/200 yang sudah mulai menua.
Helikopter Serang APACHE
Indonesia akan membeli delapan helikopter Apache dari amerika serikat senilai US$600 juta atau Rp6,4 triliun. Diharapkan pada Oktober 2014 nanti sudah mulai tiba di Indonesia secara bertahap.
Angkatan Darat
Tank
Salah satu alutsista paling mencuri perhatian di TNI AD adalah Tank LEOPARD, TANK Kelas berat buatan jerman ini akan menjadi senjata mematikan AD, tak tanggung tanggung TNI AD Memesan tank ini sebanyak 42 unit LEOPARD 2A4 dan TANK MARDER sebanyak 40 unit dan akan ditempatkan di perbatasan indonesia - malaysia. Untuk tank leopard sebagian telah datang pada oktober 2013 lalu dan secara berangsur akan datang sampai pertengahan tahun 2014 mendatang.
ROKET
TNI Angkatan Darat membeli MLS Astros II dari Brasil. MLS Astros II merupakan mobil tempur yang mampu meluncurkan 2 roket, 4 roket dan 16 roket. Jika dalam posisi laras peluncuran 2 roket, jangkauan yang dicapai hingga 300 km.
Angkatan Udara
KAPAL SELAM
TNI AL pun tak mau kalah dari TNI AU dan AU yang terus membeli alutsista baru, kali ini tak tanggung tanggung AL telah membeli 3 kapal selam buatan korea selatan dan akan datang berangsur sampai tahun 2015 mendatang.
HELI ANTI KAPAL SELAM
TNI AL juga membeli 11 helikopter antikapal selam dan menghidupkan kembali skadron antikapal selam. Indonesia pernah memiliki skadron ini tahun 1960an, tapi kemudian dihapus. Helikopter ini diharapkan sudah datang tahun 2014 dan ditaruh di Surabaya.
Tidak itu saja TNI AL juga akan membeli 3 kapal frigat dari inggris dan 17 Tank Amfibi BMP-3F 
dan akan datang secara berangsur di indonesia di tahun 2014 ini.
Perlu diingat semua alutsista yang datang tahun 2014 ini adalah hasil pesanan dari tahun sebelumnya yang masih belum diterima indonesia, sedangkan untuk tahun 2014 ini pemerintah sudah menyiapkan dana besar yang mencapai 80 triliun rupiah yang akan dibagi secara merata kepada TNI AU, TNI AD dan TNI AL.

Pada 2014 TNI AU akan makin Disegani


Sukhoi dan Penerbang Muda TNI AU (kaskus.co.id)
Bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI I.B. Putu Dunia pada beberapa kesempatan. Kasau juga menyampaikan bahwa Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat. Kemajuan Teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan.
Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni “Minimum Essensial Force” yang merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Kita berharap, melalui pelaksanaan Renstra 5 tahunan, pertumbuhan dan perkembangan TNI Angkatan Udara ke depan mampu mewujudkan kekuatan tersebut, itulah sambutannya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Memang harus diakui bahwa kekuatan militer yang tangguh dari sebuah negara merupakan detterent power untuk mencegah serangan dari musuh atau calon musuh. Oleh karena itu kita kagum dengan upaya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid-II dibawah Presiden SBY yang memutuskan meningkatkan kemampuan militer (TNI) dalam konsep MEF yang akan dilaksanakan melalui rencana strategis 5 tahunan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal (MEF) lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan. Jika awalnya pencapaian MEF pada 2024, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yakin bisa tercapai 2019. "Awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019)," kata Menhan seusai Rapat Pimpinan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta.
Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan ini merupakan sebuah terobosan. Keberhasilan ini tak lain berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kemhan. Jelas upaya tersebut merupakan kerja keras Menhan beserta jajarannya dalam mensinergikan sumber dana yang ada di negara dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI, khususnya dalam menyikapi perkembangan situasi kawasan. Menhan pun meyakini kekuatan alutsista TNI AU hingga semester I-2014 mendatang dalam rangka kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force) akan mencapai 40 persen. Hanya yang perlu mendapat perhatian adalah kebutuhan biaya operasional penambahan alutsista yang demikian banyak dan mendadak, jelas akan menyebabkan membengkaknya anggaran, disamping anggaran pemeliharaan.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengapresiasi kinerja jajarannya yang bekerja keras dalam pengadaan alutsista. Dia optimistis bisa mempercepat pencapaian MEF pada 2019. Saat ini pihaknya terus melakukan tiga hal besar dalam upaya pencapaian MEF, antara lain pertama penghapusan alat utama sistem senjata (alutsista) yang sudah tak bisa lagi digunakan. Kedua, peningkatan kemampuan alutsista yang saat ini dalam kondisi kurang maksimal. Dan ketiga, pengadaan alutsista baru.
Pada Tahun 2014, walaupun pemerintahan sudah berganti, Indonesia tinggal menunggu kedatangan alutsista. Kontrak-kontrak pengadaan sudah harus selesai di 2013. Itulah harapan pejabat terkait pertahanan pada akhir masa jabatannya. Mereka hanya berharap pada kabinet selanjutnya masterplan kekuatan pokok minimum (MEF) tetap dipertajam. Pada awal 2013, pemerintah menganggarkan APBN sebesar 77 triliun rupiah. Khusus untuk alutsista, pemerintah menyisihkan 36 triliun rupiah dari anggaran itu. Presiden sudah berkomitmen akan terus mengucurkan dana sebesar 156 triliun rupiah hingga 2014 di luar pos APBN. Penggelontoran anggaran yang demikian besar jelas mengejutkan negara-negara tetangga, mengingat daya pukul TNI AU mendadak meningkat beberapa kali lipat.
TNI Angkatan Udara akan terus menambah jumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimilikinya, bahkan ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014. Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500. TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.

Pembangunan Skadron TNI AU dan Pesawat Baru
Dalam menindak lanjuti rencana kedatangan alutsista (Alat Utama Sistim Senjata) yang baru, TNI Angkatan Udara berencana menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis. "Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada peringatan HUT TNI AU, 9 April 2013.
Skadron udara 16 di Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru merupakan home base pesawat tempur F-16 yang berasal dari hibah dari Amerika Serikat. Selama ini F-16 Falcon bersarang di fighter base Lanud Iswahyusi Madiun. "Sekarang ini sudah mulai bangun shelter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," kata Kasau. Pada bulan Oktober 2011, DPR menyetujui hibah F-16 akan ditingkatkan mirip dengan Blok terbaru varian 50/52. TNI-AU juga mengalami kemajuan dalam reaktivasi seluruh 10 unit F-16 Fighting Falcon Blok 15 OCU.
Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, akan diisi pesawat Hercules C-130H, berasal dari pembelian serta yang berasal dari hibah dari Australia. TNI AU akan mengganti Fokker F-27, dimana telah dipesan 9 CASA C-295 Spanyol, dalam memproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia. Sementara itu di Lanud Supadio Pontianak akan menjadi markas pesawat tanpa awak (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Putu Dunia.
Saat ini, TNI AU telah memiliki empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano, sehingga diharapkan TNI AU memiliki satu skadron pesawat Super Tucano yang ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Pada 2013 diharapkan akn berdatangan pesanan super Tucano lainnya ke Lanud Abdulrahman Saleh Malang.
Untuk melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebanyak 16 Unit di Tahun 2013. Diungkapkan oleh Wamenhan Sjafrie Samsuddin, “Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014, akan tetapi khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi kesimpulan persiapan bahwa di dalam 2014 ini kita akan lengkap skadron 16 unit dan sudah mengudara semua, “ katanya, Kamis (18/4) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Dijelaskan oleh Wamenhan, dengan datangnya 2 unit pesawat Sukhoi jenis SU-30 MK2 pada bulan Februari lalu, saat ini TNI AU sudah memiliki 12 unit pesawat jet tempur Sukhoi, Su-27 SKM dan Su-30 MK2.
TNI AU akan mendapat 16 Pesawat latih Grob G120TP buatan Jerman. Keempat pesawat Latih Dasar (LD) dengan registrasi LD-1201, LD-1202, LD-1203, dan LD-04 yang sudah di roll out dikirim ke Indonesia menggunakan kapal laut dan akan tiba di Indoensia sekitar akhir Juli 2013. Pesawat Grob G 120TP dibeli Pemerintah Indonesia untuk digunakan TNI AU sebagai pengganti pesawat latih mula (LM) AS-202 Bravo dan pesawat Latih Dasar (LD) T-34C yang telah digunakan selama lebih 30 tahun. Ke-18 pesawat dijadwalkan pengirimannya akan selesai tahun 2014.
Selain itu dalam waktu dekat, TNI AU akan segera diperkuat satu skadron yang terdiri dari 16 pesawat latih tempur ringan T50 Golden Eagle dari Korea Selatan. T-50 buatan Korea dan Lockheed tersebut akan menggantikan peran pesawat Hawk MK-53 sebagai pesawat tempur latih. Juga sebagai pesawat transisi bagi penerbang Sukhoi.
Di AU Korea (Republic of Korea Air Force), pembuatan T-50 ini awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih supersonik, untuk melatih dan mempersiapkan pilot (transisi) untuk pesawat tempur KF-16 dan F-15K. T-50 dipergunakan untuk menggantikan pesawat latih T-38 dan A-37 dipergunakan oleh ROKAF). T-50 mulai operasional awal dari 28 Juli-14 Agustus 2003. Design dari T-50 Golden Eagle sebagian besar berasal dari F-16 Fighting Falcon, dan mereka memiliki banyak kesamaan ; penggunaan mesin tunggal, kecepatan, ukuran, biaya, dan berbagai kelengkapan senjata.
T-50 dilengkapi dengan Honeywell H-764G sistem navigasi inersial global dan HG9550 radar altimeter. Pesawat ini adalah pesawat latih pertama yang memiliki fitur digital kontrol fly-by-wire.
T-50 Golden Eagle menggunakan engine tunggal General Electric F404-102, turbofan lisensi produksi Samsung Techwin, di upgrade dengan Full Authority Digital Engine Control (FADEC) sistem yang dikembangkan bersama oleh General Electric dan Korea Aerospace Industries. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 1,5. TA-50 adalah versi yang lebih dilengkapi dengan senjata berat dibandingkan T-50, dalam latihan tempur dan peran penyerang ringan. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Elta EL/M-2032. TA-50 dirancang untuk beroperasi sebagai platform tempur penuh untuk senjata presisi terpadu, rudal udara ke udara dan rudal udara ke darat. TA-50 dapat berfungsi juga untuk misi pengintaian, bantuan tembakan udara dan fungsi perang elektronik.
TA-50 dipersenjatai dengan versi meriam tiga laras M61 Vulcan kaliber 20 mm. Dapat dipasang rudal AIM-9 Sidewinder di wingtip. Berbagai senjata tambahan dapat dipasang pada underwing. Compatible air-to-surface weapons, rudal AGM-65 Maverick, Hydra 70 dan peluncur roket LOGIR, CBU-58 dan Mk-20 bom cluster, dan berbagai bom Mk-82, 83, dan 84.
TNI AU akan memiliki satu skadron Golden Eagle yang terdiri dari 12 pesawat T-50 (Advanced trainer version) dan 4 pesawat TA-50 (Tactical trainer/light attack version). Dengan home base di Lanud Iswahyudi Madiun. Pesawat T-50 akan dicat dan design warna biru kuning, warna yang mirip dengan yang dipakai oleh tim aerobatic Elang Biru (F-16). Kemungkinan T-50 juga akan dipakai menjadi salah satu generasi penerus tim aerobatik kebanggaan TNI AU.

Kekuatan dan Kemampuan Udara Yang Disegani
Menurut ilmu intelijen, dalam menghitung lawan atau calon lawan, yang harus diukur dari sebuah negara adalah kekuatan, kemampuan dan kerawanan militer. Dari sisi perbandingan kekuatan udara, dilihat dari jumlah dan jenis pesawat. Kemudian kemampuan baik sebagai unsur penyerang, strategis dan taktis serta kemampuan pertahanan. Seperti yang dikatakan oleh Kasau, pada saat damai maka kekuatan militer harus dibangun untuk persiapan perang. Artinya, kita harus melihat dan mengukurOrder of Battle negara lain.
Nah kini dari sisi kekuatan udara, Indonesia secara mengejutkan hanya dalam dua renstra telah mampu membangun kekuatan dan kemampuan yang jelas diperhitungkan oleh negara-negara tetangga. Ini semua jelas tidak terlepas dari membaiknya kondisi perekonomian Indonesia, sehingga anggaran pertahanan, khususnya pengadaan alutsista telah meningkat dengan pesat. Pada tahun 2014, Indonesia mempunyai daya pukul dan daya pertahanan yang mumpuni apabila terjadi konflik dengan negara lain.
Seperti telah dikemukakan, TNI AU mengemban tugas yang tidak ringan yaitu harus menyiapkan sumber daya manusia, khususnya para penerbang pesawat-pesawat modern tersebut. Penyiapan skill personel untuk mengawaki pesawat masa kini bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan penerbang yang profesional dan berkemampuan tinggi, disamping adanya tenaga-tenaga pendukung lainnya yang mumpuni. Kegagalan atau terbatasnya dukungan anggaran operasional, pemeliharaan serta penyiapan personil yang berkemampuan memadai menjadi inti dari manajemen TNI AU yang sedang menuju sebagai "First class Air Force." Penulis percaya pemerintahan masa kini sudah memperhitungkan kemungkinan tersebut, hingga tidak menjadi beban tersendiri bagi pemerintahan selanjutnya, khususnya bagi TNI AU. Yang jelas sebagai warga "the blues" penulis ikut bangga negara memiliki "daya kepruk udara" yang mendadak menjadi luar biasa.
Beberapa negara tetangga jelas merasa gelisah, karena beberapa pengamat militer internasional mengatakan adanya indikasi, Indonesia akan menuju kepada kekuatan udara superior, akan mengarah untuk memiliki sepuluh skadron Su-27/Su-30 dimasa mendatang. Belum lagi kalau pemikiran pejabat pertahanan pemerintahan mendatang bergeser dan meningkat, ingin memiliki jenis Sukhoi Su-35. Siapa yang tidak gentar? Jadi, jangan sepelekan Indonesia. Itu saja kesimpulannya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi TNI AU sebagai salah satu komponen pertahanan negara yang kita cintai bersama, Aamiin.

TNI AD Kembangkan Alutsista Indonesia Bersama LAPAN

Pada 21 Januari 2014, TNI AD menandatangani MoU (Nota Kesepahaman) dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk bersama-sama kembangkan alutsista buatan Indonesia, terutama untuk pengembangan pesawat tanpa awak serta missil roket Indonesia. Penandatangan tersebut dilakukan oleh KSAD Jenderal TNI Budiman serta Kepala LAPAN Bambang S Tejakusuma di aula serbaguna Mabes AD, Jl. Veteran, Jakarta Pusat.

Sebagaimana dilansir Investor.co.id, MoU tersebut dibuat terkait perjanjian kerja sama yang sudah dilakukan Direktorat Topografi Angkatan Darat bersama LAPAN tentang pemanfaatan iptek kedirgantaraan. Meski berfokus mengembangkan alutsista terbaru TNI, namun kerjasama ini tidak terbatas itu saja. KSAD Budiman mengutarakan, "Beberapa kemampuan LAPAN nantinya bakal kita manfaatkan untuk kepentingan TNI AD." Seperti teknologi penerbangan roket, satelit penginderaan jarak jauh, sains antariksa, sains atmosfir, dan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) pesawat tanpa awak guna mengintai serta memonitor program pembangunan kekuatan militer Indonesia.

TNI AD Kembangkan Alutsista Indonesia Bersama LAPAN

Guna mendukung kerja sama ini, TNI AD menggelontorkan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Menurut Budiman, apa yang dimiliki LAPAN juga bisa membantu TNI dalam tugas operasi non-militer, seperti SAR, penanggulangan bencana alam, dan sebagainya. Namun, tetap yang menjadi prioritas adalah pengembangan metode serta pembuatan prototipe. Untuk itu, LAPAN tetap bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak dalam industri pertahanan.

"LAPAN tetap bekerja sama dengan industri untuk membangun kompetensi industri itu dalam melayani AD," jelas Budiman.

Di samping, membuat nota kesepahaman dengan TNI Angkatan Darat, LAPAN juga melakukan kerja sama dengan TNI AL. Ke depan, LAPAN juga sedang menyusun kerja sama dengan TNI AU.